Maju mundurnya suatu bangsa salah satunya ditentukan oleh keadaan
ekonominya, ia menjadi penyokong dalam kesejahateraan masyarakat, ia juga
menjadi penyakit yang menimbulkan kesengsaraan bagi masyarakat ketika kondisi
ekonominya sangat buruk, sehingga perekonomiaan termasuk hal yang sangat
diperhatikan oleh semua negara, bahkan ada yang mengatakan bahwa suatu negara
akan menjadi negara yang terkuat di dunia manakala perekonomiaanya sangat
bagus. Demikian juga Indonesia, bangsa ini memiliki peluang yang sangat besar
untuk menjadi negara yang bagus perekonomiannya karena didukung oleh sumber
daya alam yang sangat melimpah. Namun, yang menjadi masalah adalah Sumber daya
manusia yang belum bisa mengelola sumber daya alam tersebut dengan baik,
sehingga pada umumnya pengelolaannya diberikan kepada pihak asing yang pada
akhirnya memberikan efek negative tehadap pertumbuhan ekonomi bangsa.
Yang menjadi leader dalam pertumbuhan ekonomi bangsa adalah para
pengusaha, sehingga jumlah pengusaha sangat menetukan kemajuan ekonomi suatu
negara.maka dari itu Indonesia harus senantiasa mengarahkan dan membimbing
warganya untuk menjadi pengusaha. Menurut Menteri
Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan, bahwa jumlah
pengusaha di Indonesia hanya sekitar 1,65 persen dari jumlah penduduk saat ini.
"Kita kalah jauh dibandingkan dengan negara tetangga. Misalnya Singapura
sebesar tujuh persen, Malaysia lima persen, dan Thailand empat persen,"
kata Puspayoga dalam acara "Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri"(www.republika.co.id).
Menurut Wilhem Ropke, seorang ekonom dunia di paruh pertama abad ke-20 pernah
mengatakan bahwa untuk menjadikan ekonomi suatu negara maju maka jumlah
pengusaha minimal 2% dari total populasi penduduknya. Jika Indonesia memiliki
235 juta jiwa, maka 2% nya adalah 4,8 juta pengusaha dibutuhkan di Indonesia
demi memajukan ekonomi negara. Demi untuk meningkatkan jumlah pengusaha maka
pemerintah mencanangkan Gerakan
Kewirausahaan Nasional (GKN).
Selain program pemerintah yang bertujuan meningkatkan
jumlah pengusaha di Indonesia tersebut, kita juga bisa mengadakan upaya dalam
peningktan jumlah wirausaha dengan jalan pendidikan. Anak pada usia dini seharusnya
sudah diajari untuk menjadi wirausaha. Pada umumnya masyarakat Indonesia masih
menganggap bahwa PNS merupakan pekerjaan yang ideal dalam meningkatkan taraf
hidup sehingga tak jarang dari para orang tua mendorong anak-anaknya untuk
menjadi Seorang PNS. Oleh sebab itu, kita harus menddidik anak generasi bangsa
ini menjadi pengusaha-pengusaha yang hebat.
Cara yag bisa ditempuh dalam meningkatkan jumlah
pengusaha di Indonesia adalah mengajari anak-anak menjadi pengusaha di sekolah.
Dalam hal ini, kita bisa melihat
beberapa sekolah dasar swasta yang sudah
melaksankan hal tersebut, sekolah tersebut memiliki program yang bernama “Market
Day” yang diadakan di halaman sekolah setiap bulan, dari enam kelas murid SD
ditunjuk empat orang setiap kelas menjadi penjual sehingga kalau enam kelas
berarti ada 24 orang siswa yang menjadi penjual, dan siswa yang tidak menjual
menjadi pembeli. pada hari pelaksanaan kegitan tersebut, semua siswa dilarang
jajan di kantin, semua siswa diminta jajan ditemannya yang berkesempatan menjadi
penjual, bagi siswa yang ditunjuk sebagai penjual, dua hari sebelum kegiatan
tersebut, orang tuanya disurati untuk menyiapkan apa-apa yang akan dijual anaknya. Dari beberapa pengalaman penulis
sebagai guru di sekolah swasta tersebut, ada anak yang menjual beberapa Snack,
ada yang menjual Es Buah, ada yang jual Kue buatan orang tuanya dan lain sebagainya.
Sehingga kondisi halaman sekolah pada saat berlangsungnnya kegiatan tersebut
seperti pasar tradisional. Murid yang menjadi penjual akan didampingi oleh wali
kelasnya masing-masing dalam transaksi penjualan.
![]() |
| Anak kelas 2 sedang melayani pembelinya |
![]() |
| Anak kelas 1 sedang sibuk melayani pembelinya |
Dengan program Market Day tersebut siswa merasa
sangat senang karena mendapatkan keuntugan dari apa yang dia jual, dalam
kegiatan tersebut siswa diajarkan berinteraksi dengan orang lain dalan menjual,
siswa diajari bagaimana menghitung keuntungan penjualannya, siswa diajari bagaimna
cara manarik orang lain supaya mau membeli jualannya, siswa diajari menjadi
pribadi mandiri, dan siswa diajari berkomunikasi sehingga menimbulkan rasa
percaya diri.
Penulis pernah
mendapatkan kabar baik dari orang tua siswa kelas satu SD bahwa anaknya dengan
percaya diri jualan dirumahnya karena katanya sudah bisa menjual sebab sudah diajari
di sekolah. Program Market Day yang dilaksanakan di sekolah tersebut merupakan salah satu inovasi daerah Makassar
yang digagas oleh sekolah swasta. Inovasi semacam ini hendaknya dicontoh
oleh sekolah negeri demi untuk Indonesia yang lebih baik.
Untuk menjadi pengusaha maka harus diawali dengan
perasaan senang yang didapatkan sejak masih kacil karena kecil merupakan masa
pembentukan karakter, siswa yang melalui
beberapa pengalaman dalam berbisnis akan menimbulkan rasa percaya diri sehingga
mendorongnya untuk senantiasa mengembangkan bisnisnya. (written by Aswaluddin)
Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahku - https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku
Read More: https://www.goodnewsfromindonesia.org/competition/inovasidaerahku?utm_source=social-web&utm_medium=social&utm_campaign=inovasidaerahku&utm_term=inovasi%2Cdaerah&utm_content=inovasidaerahku
Read More: https://www.goodnewsfromindonesia.org/competition/inovasidaerahku?utm_source=social-web&utm_medium=social&utm_campaign=inovasidaerahku&utm_term=inovasi%2Cdaerah&utm_content=inovasidaerahku


No comments:
Post a Comment