Sunday, August 14, 2016

Mendidik Generasi Bangsa Menjadi Pengusaha Mulai Sejak Kecil

Maju mundurnya suatu bangsa salah satunya ditentukan oleh keadaan ekonominya, ia menjadi penyokong dalam kesejahateraan masyarakat, ia juga menjadi penyakit yang menimbulkan kesengsaraan bagi masyarakat ketika kondisi ekonominya sangat buruk, sehingga perekonomiaan termasuk hal yang sangat diperhatikan oleh semua negara, bahkan ada yang mengatakan bahwa suatu negara akan menjadi negara yang terkuat di dunia manakala perekonomiaanya sangat bagus. Demikian juga Indonesia, bangsa ini memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi negara yang bagus perekonomiannya karena didukung oleh sumber daya alam yang sangat melimpah. Namun, yang menjadi masalah adalah Sumber daya manusia yang belum bisa mengelola sumber daya alam tersebut dengan baik, sehingga pada umumnya pengelolaannya diberikan kepada pihak asing yang pada akhirnya memberikan efek negative tehadap pertumbuhan ekonomi bangsa.
Yang menjadi leader dalam pertumbuhan ekonomi bangsa adalah para pengusaha, sehingga jumlah pengusaha sangat menetukan kemajuan ekonomi suatu negara.maka dari itu Indonesia harus senantiasa mengarahkan dan membimbing warganya untuk menjadi pengusaha. Menurut Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan, bahwa jumlah pengusaha di Indonesia hanya sekitar 1,65 persen dari jumlah penduduk saat ini. "Kita kalah jauh dibandingkan dengan negara tetangga. Misalnya Singapura sebesar tujuh persen, Malaysia lima persen, dan Thailand empat persen," kata Puspayoga dalam acara "Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri"(www.republika.co.id). Menurut Wilhem Ropke, seorang ekonom dunia di paruh pertama abad ke-20 pernah mengatakan bahwa untuk menjadikan ekonomi suatu negara maju maka jumlah pengusaha minimal 2% dari total populasi penduduknya. Jika Indonesia memiliki 235 juta jiwa, maka 2% nya adalah 4,8 juta pengusaha dibutuhkan di Indonesia demi memajukan ekonomi negara. Demi untuk meningkatkan jumlah pengusaha maka pemerintah mencanangkan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN).
Selain program pemerintah yang bertujuan meningkatkan jumlah pengusaha di Indonesia tersebut, kita juga bisa mengadakan upaya dalam peningktan jumlah wirausaha dengan jalan pendidikan. Anak pada usia dini seharusnya sudah diajari untuk menjadi wirausaha. Pada umumnya masyarakat Indonesia masih menganggap bahwa PNS merupakan pekerjaan yang ideal dalam meningkatkan taraf hidup sehingga tak jarang dari para orang tua mendorong anak-anaknya untuk menjadi Seorang PNS. Oleh sebab itu, kita harus menddidik anak generasi bangsa ini menjadi pengusaha-pengusaha yang hebat.
Cara yag bisa ditempuh dalam meningkatkan jumlah pengusaha di Indonesia adalah mengajari anak-anak menjadi pengusaha di sekolah. Dalam hal ini,  kita bisa melihat beberapa sekolah  dasar swasta yang sudah melaksankan hal tersebut, sekolah tersebut memiliki program yang bernama “Market Day” yang diadakan di halaman sekolah setiap bulan, dari enam kelas murid SD ditunjuk empat orang setiap kelas menjadi penjual sehingga kalau enam kelas berarti ada 24 orang siswa yang menjadi penjual, dan siswa yang tidak menjual menjadi pembeli. pada hari pelaksanaan kegitan tersebut, semua siswa dilarang jajan di kantin, semua siswa diminta jajan ditemannya yang berkesempatan menjadi penjual, bagi siswa yang ditunjuk sebagai penjual, dua hari sebelum kegiatan tersebut, orang tuanya disurati untuk menyiapkan apa-apa yang akan dijual  anaknya. Dari beberapa pengalaman penulis sebagai guru di sekolah swasta tersebut, ada anak yang menjual beberapa Snack, ada yang menjual Es Buah, ada yang jual Kue buatan orang tuanya dan lain sebagainya. Sehingga kondisi halaman sekolah pada saat berlangsungnnya kegiatan tersebut seperti pasar tradisional. Murid yang menjadi penjual akan didampingi oleh wali kelasnya masing-masing dalam transaksi penjualan.
Anak kelas 2 sedang melayani pembelinya
Anak kelas 1 sedang sibuk melayani pembelinya
Dengan program Market Day tersebut siswa merasa sangat senang karena mendapatkan keuntugan dari apa yang dia jual, dalam kegiatan tersebut siswa diajarkan berinteraksi dengan orang lain dalan menjual, siswa diajari bagaimana menghitung keuntungan penjualannya, siswa diajari bagaimna cara manarik orang lain supaya mau membeli jualannya, siswa diajari menjadi pribadi mandiri, dan siswa diajari berkomunikasi sehingga menimbulkan rasa percaya diri.
 Penulis pernah mendapatkan kabar baik dari orang tua siswa kelas satu SD bahwa anaknya dengan percaya diri jualan dirumahnya karena katanya sudah bisa menjual sebab sudah diajari di sekolah. Program Market Day yang dilaksanakan di sekolah tersebut  merupakan salah satu inovasi daerah Makassar yang digagas oleh sekolah swasta. Inovasi semacam ini hendaknya dicontoh oleh sekolah negeri demi untuk Indonesia yang lebih baik.
Untuk menjadi pengusaha maka harus diawali dengan perasaan senang yang didapatkan sejak masih kacil karena kecil merupakan masa pembentukan karakter,  siswa yang melalui beberapa pengalaman dalam berbisnis akan menimbulkan rasa percaya diri sehingga mendorongnya untuk senantiasa mengembangkan bisnisnya. (written by Aswaluddin)
Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahku - https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku

Read More: https://www.goodnewsfromindonesia.org/competition/inovasidaerahku?utm_source=social-web&utm_medium=social&utm_campaign=inovasidaerahku&utm_term=inovasi%2Cdaerah&utm_content=inovasidaerahku

No comments:

Post a Comment