AKHLAK ISLAM
Akhlak sendiri adalah
produk dari berbagai pemikiran, perasaan, dan hasil penerapan peraturan. Atas
dasar inilah maka dalam mengemban dakwah tidak boleh hanya mengarahkan pada
pembentukan akhlak dalam masyarakat. Karena akhlak merupakan hasil dari
pelaksanaan perintah-perintah Allah SWT, yang dapat dibentuk dengan cara
mengajak masyarakat kepada aqidah dan melaksanakan Islam secara sempurna.
Di dalam syari’at Islam
terdapat sejumlah fardhu, kewajiban sunnah dan tatakerama, sekaligus haram dan
ada yang disebut makruh. Bersamaan dengan batasan tentang masalah tersebut
secara implisit sejauh yang dapat diketahui dari nash-nash Al-Qur’an, syari’at
Islam juga meletakkan prinsip-prinsip dalam mengatur interaksi antara opini
umum yang oleh masyarakat masuk dalam klasifikasi dzauq (rasa) dan ra’yul ‘am
(pandangan umum).
Nabi Muhammad saw diutus
menjadi Rosul dengan maksud utuam untuk membina dan menyempurnakan akhlak,
sebagaimana dinyatakan dalam hadist :
إنَّماَ بُعِثْتُ
لأِ تَمِّمَ مَكاَ رِ مَ اْلأَخْلاَ قِ. (رواه أحمد)
Artinya : “Bahwasannya aku diutus Allah
untuk menyempurnakan keluhuran akhlak (budi pekerti)”. (H. R. Ahmad).
Tugas nabi yang
digariskan dalam sejarah hidupnya cukup menarik simpati manusia untuk mengikuti
dan melaksanakan ajaran Risalahnya. Karena Risalah yang diajarkan nabi
memberikan informasi tentang faktor-faktor keutamaan akhlak, lengkap dengan
menjelaskan aspek-aspeknya.
Islam telah menggariskan
tentang ibadah dan menetapkan atau beranggapan bahwa ibadah itu, merupakan pokok-pokok
imam, bukan merupakan upacara agama yang bersifat abstrak. Islam tidak
mengajarkan manusia melakukan perbuatan mungkar yang tidak mempunyai nilai
akhlak yang luhur, tapi sebaliknya Islam mengajar manusia hidup bersahaja
dengan akhlak yang mulia dalam keadaan yang bagaimanapun.
Pada realitas bahwa
Syariat Islam pada saat mengatur hubungan manusia dengan dirinya melalui hukum
syara’ yang berkaitan dengan sifat akhlak, tidak menjadikannya sebagai aturan
tersendiri seperti halnya aturan ibadah dan muamalah. Akan tetapi, akhlak
dijadikan bagian dari perintah dan larangan Allah, untuk merealisasikan nilai
khuluqiyah (nilai-nilai akhlak).
Seorang Muslim ketika
menyambut seruan Allah untuk berlaku jujur, maka dia akan jujur. Apabila Allah
memerintahkannya untuk amanah, dia akan amanah. Begitu pula apabila Allah
melarang curang dan berbuat dengki, dia akan menjauhinya. Dengan demikian,
akhlak dapat dibentuk hanya dengan satu cara, yaitu memenuhi perintah Allah
Swt. untuk merealisasikan akhlak, yaitu budi pekerti luhur dan amal kebajikan.
Sifat-sifat ini muncul karena hasil perbuatan, seperti sifat ‘iffah (menjaga
kesucian diri) muncul dari pelaksanaan shalat.
Sifat-sifat tersebut juga
muncul karena memang wajib diperhatikan saat melakukan berbagai kegiatan interaksi,
seperti jujur yang harus ada saat melakukan jual beli. Meski aktivitas jual
beli tidak otomatis menghasilkan nilai akhlak karena nilai tersebut bukan
tujuan dari transaksi jual beli.
Jadi, sifat ini muncul
sebagai hasil dari pelaksanaan amal perbuatan atau sebagai perkara yang mesti
diperhatikan saat melakukan satu perbuatan. Karena itu, seorang Mukmin dapat
memperoleh nilai rohani dari pelaksanaan shalatnya, dalam contoh lain, dia
memperoleh nilai materi dalam transaksi perdagangannya, serta pada saat yang
sama telah memiliki sifat-sifat akhlak yang terpuji.
Allah Swt telah
memerintahkan jujur, amanah, punya rasa malu, berbuat baik pada kedua orang
tua, silaturahmi, menolong orang dalam kesulitan, dan sebagainya. Semuanya
merupakan sifat akhlak yang baik dan Allah Swt. menganjurkan kita terikat
dengan sifat-sifat ini. Sebaliknya, Allah Swt melarang sifat-sifat yang buruk,
seperti berdusta, khianat, dengki, durhaka, melakukan maksiat, dan sebagainya.
Konsep Akhlak Dalam Islam
Ø
Akhlak merupakan satu sistem yang menilai tindakan zahir dan
batin manusia manakala moral ialah satu sistem yang menilai tindakan zahir
manusia sahaja.
Ø
Akhlak mencakup pemikiran, perasaan dan niat di hati manusia
dalam hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan manusia dan manusia dengan
makhluk lain manakala moral mencakupi pemikiran, perasaan dan niat di hati
manusia dalam hubungan manusia dengan manusia sahaja.
Ø
Nilai-nilai akhlak ditentukan oleh Allah swt melalui al-Quran
dan tunjuk ajar oleh Rasulullah saw manakala moral ditentukan oleh manusia.
Ø
Nilai-nilai akhlak bersifat mutlak, sempurna dan tetap manakala
nilai-nilai moral bersifat relatif, subjektif dan sementara.
Islam merangkumi aqidah,
dan syariat itu mengandungi roh akhlak. Akhlak adalah roh kepada risalah Islam
sementara syariat adalah lembaga jelmaan daripada roh tersebut. Ini berarti
Islam tanpa akhlak seperti rangka yang tidak mempunyai isi, atau jasad yang
tidak bernyawa. Sabda Rasulullah saw yang bermaksud : "Islam itu
akhlak yang baik". Begitu juga sabda Baginda yang bermaksud : "Tidak
ada sesuatu yang lebih berat timbangannya selain daripada akhlak yang
mulia."
Akhlak Islam sangat luas
merangkumi segenap perkara yang berkaitan dengan kehidupan manusia sama ada
hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan
manusia dengan makhluk lain, antara lain :
a) Akhlak dengan
Allah : Antara ciri-ciri penting akhlak manusia dengan Allah swt
ialah :
- Beriman
kepada Allah
- Beribadah atau mengabdikan diri, tunduk, taat dan patuh kepada Allah
- Sentiasa
bertaubat dengan Tuhannya
- Mencari keridhaan Tuhannya
- Melaksanakan
perkara-perkara yang wajib, fardhu dan nawafil
- Ridha menerima Qadha' dan Qadar Allah
b) Akhlak dengan manusia :
- Akhlak dengan Rasulullah
- Akhlak
dengan kedua orang tua
- Akhlak dengan guru
- Akhlak
kepada jiran tetangga
- Akhlak suami isteri
- Akhlak
dengan anak-anak
- Akhlak dengan kaum kerabat
c) Akhlak terhadap makhluk selain manusia :
- Malaikat
- Jin
- Hewan ternakan
- Hewan
bukan ternakan
- Alam
Kedudukan Akhlak dalam Islam
Akhlak mempunyai kedudukan yang paling penting dalam agama
Islam. Antaranya :
·
Akhlak dihubungkan dengan
tujuan risalah Islam atau antara perutusan utama Rasulullah saw.
· Akhlak menentukan kedudukan seseorang di akhirat nanti
yang mana akhlak yang baik dapat memberatkan timbangan amalan yang baik.
·
Akhlak dapat
menyempurnakan keimanan seseorang mukmin
· Akhlak yang baik dapat menghapuskan dosa manakala
akhlak yang buruk boleh merusakkan pahala.
· Akhlak merupakan sifat
Rasulullah saw di mana Allah swt telah memuji Rasulullah kerana akhlaknya yang
baik seperti yang terdapat dalam al-Quran, firman Allah swt yang bermaksud
: "Sesungguhnya engkau seorang yang memiliki peribadi yang agung
)mulia)."
·
Akhlak tidak dapat dipisahkan dari Islam
· Akhlak yang baik dapat
menghindarkan seseorang itu dari pada neraka sebaliknya akhlak yang buruk
menyebabkan seseorang itu jauh dari surga
·
Salah satu rukun agama
Islam ialah Ihsan, yaitu
merupakan asas akhlak seseorang muslim.
Ciri-ciri Akhlak Islam :
v Islam
menyeru agar manusia menghiasi jiwa dengan akhlak yang baik dan menjauhkan diri
dari akhlak yang buruk. Yang menjadi ukuran baik dan buruknya adalah syara’, yaitu apa yang diperintahkan oleh syara’, itulah yang baik dan apa yang dilarang oleh
syara’ itulah yang buruk.
v Lingkungan
skop akhlak Islam adalah luas meliputi segala perbuatan manusia dengan Allah,
manusia dengan manusia dan manusia dengan makhluk selain manusia.
v Islam
menghubungkan akhlak dengan keimanan. Orang yang paling sempurna keimanannya
ialah orang yang paling baik akhlaknya.
v Adanya konsep balasan dan ganjaran pahala atau surga oleh Allah
dan sebaliknya orang yang berakhlak buruk akan mendapat dosa atau disiksa dalam
neraka.
KESIMPULAN
Akhlak merupakan suatu
perlakuan yang tetap sifatnya di dalam jiwa seseorang yang tidak memerlukan
daya pemikiran di dalam melakukan sesuatu tindakan. Karena akhlak merupakan hasil dari pelaksanaan
perintah-perintah Allah SWT, yang dapat dibentuk dengan cara mengajak
masyarakat kepada aqidah dan melaksanakan Islam secara sempurna.
Islam telah menggariskan tentang ibadah dan
menetapkan atau beranggapan bahwa ibadah itu, merupakan pokok-pokok imam, bukan
merupakan upacara agama yang bersifat abstrak. Islam tidak mengajarkan manusia
melakukan perbuatan mungkar yang tidak mempunyai nilai akhlak yang luhur, tapi
sebaliknya Islam mengajar manusia hidup bersahaja dengan akhlak yang mulia
dalam keadaan yang bagaimanapun.
Akhlak Islam sangat luas
merangkumi segenap perkara yang berkaitan dengan kehidupan manusia sama ada
hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan
manusia dengan makhluk lain, antara lain : akhlak dengan Allah, akhlak dengan
manusia, akhlak terhadap makhluk selain manusia.
V. PENUTUP
Demikian makalah yang
dapat kami sajikan, semoga dapat menambah ilmu serta bermanfaat bagi kita
semua. Segala kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, kami hanyalah manusia
biasa yang memiliki banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan
kritik dan saran yang membangun dari semua pihak demi perbaikan makalah.
DAFTAR PUSTAKA
Al Ghazali, Muhammad. Akhlak
Seorang Muslim. Semarang : CV. Wicaksana. 1986
Hawwa, Sa’id. Perilaku Islami. Solo
: Studi Press. 1994
Mustofa, Ahmad. Akhlak Tasawuf. Bandung
: CV. Pustaka Setia. 1997
Umary, Barmawie. Materia Akhlak. Solo
: Ramadhani. 1995
http://delsajoesafira.blogspot.com/2010/05/akhlak-menurut-pandangan-islam.html
http://sites.google.com/site/khazalii/4udi2052akhlakdalamislam

No comments:
Post a Comment