Wednesday, September 30, 2015

Nasehat Menggugah hati Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar

Pada hari Ahad, 27 September 2015 fakultas Tarbiyah mengadakan Ramah Tamah untuk para wisudawan/wisudawatinya angkatan 72 yang dihadiri oleh para pejabat Fakultas Tarbiyah dan Keguruan beserta dengan para wali wisudawan/wisudawati. Inilah momen yang sangat berkesan bagi para mahasiswa yg telah menyelesaikan studinya kurang lebih empat tahun. Dengan diiringi lagu-lagu hiburan penyemangat, para wisudawan/ wisudawati berbagi kebahgian, semangat di antara mereka, dan khususnya memberikan kebanggaan yang luar biasa kepada kedua orang tua yang tentunya telah mendidiknya sejak kecil. Mereka juga tak lupa dengan dosen-dosen yang telah mendidik mereka, mengajak salaman kemudian tersenyum bangga satu sama lain, dan juga mengabadikan momen dengannya dalam bentuk foto.

Tibalah saatnya para undangan ramah tamah mendengar nasehat resmi dari Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, Dr. Muhammad Amri, Lc. M.Ag. yang tampil di podium dengan penuh wibawa dan muka yang bercahaya.Dari ceramah singkat pak dekan, memuat beberapa entri point yang diwasiatkan kepada para alumninya, yaitu sebagai berikut:

1. Menata Masa Depan

Pada momen ini pak dekan menekankan bahwa para alumni dianjurkan untuk segera menata masa depan mereka atau dengan kata lain membut perencanaan yang matang untuk menuju kehidupan yang lebih membahagiakan. Ibarat dalam program pembelajarn, seorang guru harus membuat perencanaan yang matang sebelum masuk mengajar di dalam ruang kelas, hal ini biasa disebut dengan RPP atau rencana program pembelajaran. Di dalam RPP inilah disusun sedemikian rupa rencana yang akan kita lakukan nantinya di kelas sehingga para siswa bisa memahami materi dengan mudah. Begitu halnya dengan kehidupan manusia, butuh suatu perencanaan yang matang, dan rasional supaya bisa menjalani hidup dengan penuh makna. Mulai dari sekarang, tentukan titik fokus tujuan kita dan tentukan langkah-langkah konkrit apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Nah, tentukan tujuan sekarang dan berusahalah untuk meraihnya.

2. Pengabdian

Point yang kedua ini, pak dekan menegaskan pentingnya pengabdian kita sebagai tenaga pendidik yang menjadi pondasi awal pembentukan manusia yang berkaratkter dan berintegritas. Seorang pendidik hendaknya menjaga amanah yang diberikan dengan sepenuh hatinya. Ia hendaknya menjadi teladan terhdap siswa-siswanya, serta berusaha memberikan contoh yang terbaik kepada para siswanya. Dan yang paling penting dalam pengabdian sebagai pendidik adalah menjaga keikhlasan kepada Allah swt supaya apa yang kita lakukan bisa berbuah amal jariah tanpa batas. Terakhir inilah yang seharusnya menguatkan motivasi dan tekad kita untuk mengabdikan diri untuk mendidik generasi selanjutnya.

3. Memberikan Manfaat kepada Orang Lain.

Kalimat terakhir yang masih saya ingat dari ceramah singkat pak dekan adalah manusia dilihat bukan pada pangkatnya, tapi manusia dilihat karena ia memberikan manfaat yang banyak kepada manusia. Kata-kata bijak yang penuh dengan nilai-nilai keilahiaan ini apabila diamalkan akan memberikan sumbangsih yang sangat besar baik kepada diri kita maupun kepada orang lain. Perlu diingat bahwa Nabi memberikan indikator manusia yang sebaik-baiknya, yaitu khairun na wa anfahum li nas yang artinya sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia yang lain. Sebaik-baik manusia bukan yang banyak hartanya bukan pula yang tinggi jabatanya, namun sebaik-baik manusia adalah yang membuat karya monumental yang bisa bermanfaat untuk banyak orang. Setidaknya hadis ini bisa memberikan  motivasi dari luar untuk lebih banyak berkarya untuk bangsa dan negara lebih khusus lagi kepada Agama Islam rahmatan lila alamin.

Dari ketiga entri point yang disampaikan oleh pak dekan, maka tugas kita sebagai alumni adalah berusaha mengamalkan apa yang diwasiatkan oleh orangtua kita dikampus. Semoga dengan tulisan ini, pesan dari Dekan fakultas Tarbiyah senantiasa diingat oleh para alumni dan mahasiswa yang lain.(Aswaluddin)

No comments:

Post a Comment