Pada hari Ahad, 27
September 2015 fakultas Tarbiyah mengadakan Ramah Tamah untuk para
wisudawan/wisudawatinya angkatan 72 yang dihadiri oleh para pejabat Fakultas Tarbiyah
dan Keguruan beserta dengan para wali wisudawan/wisudawati. Inilah momen yang
sangat berkesan bagi para mahasiswa yg telah menyelesaikan studinya kurang
lebih empat tahun. Dengan diiringi lagu-lagu hiburan penyemangat, para
wisudawan/ wisudawati berbagi kebahgian, semangat di antara mereka, dan
khususnya memberikan kebanggaan yang luar biasa kepada kedua orang tua yang
tentunya telah mendidiknya sejak kecil. Mereka juga tak lupa dengan dosen-dosen
yang telah mendidik mereka, mengajak salaman kemudian tersenyum bangga satu
sama lain, dan juga mengabadikan momen dengannya dalam bentuk foto.
Tibalah saatnya para undangan ramah tamah mendengar nasehat
resmi dari Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, Dr.
Muhammad Amri, Lc. M.Ag. yang tampil di podium dengan penuh wibawa dan muka
yang bercahaya.Dari ceramah singkat pak dekan, memuat beberapa entri point yang
diwasiatkan kepada para alumninya, yaitu sebagai berikut:
1. Menata Masa Depan
Pada
momen ini pak dekan menekankan bahwa para alumni dianjurkan untuk segera menata
masa depan mereka atau dengan kata lain membut perencanaan yang matang untuk
menuju kehidupan yang lebih membahagiakan. Ibarat dalam program pembelajarn,
seorang guru harus membuat perencanaan yang matang sebelum masuk mengajar di
dalam ruang kelas, hal ini biasa disebut dengan RPP atau rencana program pembelajaran.
Di dalam RPP inilah disusun sedemikian rupa rencana yang akan kita lakukan
nantinya di kelas sehingga para siswa bisa memahami materi dengan mudah. Begitu
halnya dengan kehidupan manusia, butuh suatu perencanaan yang matang, dan
rasional supaya bisa menjalani hidup dengan penuh makna. Mulai dari sekarang,
tentukan titik fokus tujuan kita dan tentukan langkah-langkah konkrit apa yang
harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Nah, tentukan tujuan sekarang
dan berusahalah untuk meraihnya.
2. Pengabdian
Point yang
kedua ini, pak dekan menegaskan pentingnya pengabdian kita sebagai tenaga pendidik
yang menjadi pondasi awal pembentukan manusia yang berkaratkter dan
berintegritas. Seorang pendidik hendaknya menjaga amanah yang diberikan dengan
sepenuh hatinya. Ia hendaknya menjadi teladan terhdap siswa-siswanya, serta
berusaha memberikan contoh yang terbaik kepada para siswanya. Dan yang paling
penting dalam pengabdian sebagai pendidik adalah menjaga keikhlasan kepada
Allah swt supaya apa yang kita lakukan bisa berbuah amal jariah tanpa batas. Terakhir
inilah yang seharusnya menguatkan motivasi dan tekad kita untuk mengabdikan
diri untuk mendidik generasi selanjutnya.
3. Memberikan Manfaat kepada Orang Lain.
Kalimat
terakhir yang masih saya ingat dari ceramah singkat pak dekan adalah manusia
dilihat bukan pada pangkatnya, tapi manusia dilihat karena ia memberikan
manfaat yang banyak kepada manusia. Kata-kata bijak yang penuh dengan
nilai-nilai keilahiaan ini apabila diamalkan akan memberikan sumbangsih yang
sangat besar baik kepada diri kita maupun kepada orang lain. Perlu diingat
bahwa Nabi memberikan indikator manusia yang sebaik-baiknya, yaitu khairun
na wa anfahum li nas yang artinya sebaik-baik manusia adalah yang paling
bermanfaat untuk manusia yang lain. Sebaik-baik manusia bukan yang banyak
hartanya bukan pula yang tinggi jabatanya, namun sebaik-baik manusia adalah
yang membuat karya monumental yang bisa bermanfaat untuk banyak orang. Setidaknya
hadis ini bisa memberikan motivasi dari
luar untuk lebih banyak berkarya untuk bangsa dan negara lebih khusus lagi
kepada Agama Islam rahmatan lila alamin.
Dari
ketiga entri point yang disampaikan oleh pak dekan, maka tugas kita sebagai
alumni adalah berusaha mengamalkan apa yang diwasiatkan oleh orangtua kita
dikampus. Semoga dengan tulisan ini, pesan dari Dekan fakultas Tarbiyah
senantiasa diingat oleh para alumni dan mahasiswa yang lain.(Aswaluddin)

No comments:
Post a Comment