Thursday, October 1, 2015

Cara Mengembangkan Potensi Diri

Assalamu’alaikum..
Selamat datang sahabat muda di kampus peradaban UIN Alauddin Makassar,
Alhamdulillah, untuk pertama kalinya, MPH (Mahasiswa Pecinta Herbal) Asy-Syifa menerbitkan buletin dalam rangka menyambut mahasiswa baru angkatan 2015. Tapi, jangan salah loh, walaupun buletin ini dibuat dalam rangka penyambutan MABA alias Mahasiswa Baru, tapi pembacanya gak cuman terbatas untuk maba, mahasiswa lama juga bisa baca.

Oke, let’s to do adventure in paper. Sobat Asy-syifa, kali ini tema yang diangkat adalah seputar motivasi pembangkit semangat. Ketika api motivasi menyala di dalam diri seseorang, maka ia bisa menjadi sebuah tenaga, diibaratkan api pada lilin  yang dapat menyalakan ribuan lilin lainnya tanpa memadamkan nyala lilinnya sendiri. Itulah yang memberikan kami  inspirasi untuk berbagi dan terus berbagi. Nah, banyak remaja yang saat ini mengeluh  terjangkit ‘virus’ galau, ini bisa berakibat cukup fatal bagi pembangunan potensi diri jika kita tidak diobati dengan baik. Resep obatnya insyaAllah ada di dalam buletin ini. Jadi, sebaiknya di baca sampai tuntas..

1 Berpikir Positif

Pikiran kita dipenuhi dengan berbagai informasi yang kita terima baik melalui indera penglihatan maupun pendengaran. Indera penglihatan merupakan salah satu sarana yangbaik untuk mengisi pikiran kita dan membaca merupakan kegiatan positif yang bisa dilakukan dengan indera penglihatan kita. Namun, sebaiknya kita memilih bacaan-bacaan yang bermanfaat karena orang-orang yang membaca bacaan ‘sampah’, juga hanya akan memikirkan hal-hal sampah. Waspadai mengisi pikiran Anda dengan terlalu banyak hal yang tidak berguna. Pikiran anda hanya hanya akan menjelma menjadi ‘tong sampah’. Apa yang memenuhi pikiran kita merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Sebaiknya kita memiliki filter sebelum memasukkan sesuatu ke dalam otak kita. Ingatlah bahwa penyakit apapun bisa kita obati dengan cara mengelola pikiran kita. Maka, jangan biarkan pikiran kita ‘sakit’. Setiap pikiran adalah sebab dan setiap kondisi adalah akibat.maka pikirkanlah segala hal yang bisa Anda lakukan dan itu akan menjadi kondisi Anda. Pikiran negatif yang terlanjur memenuhi kepala kita dapat disingkirkan dengan terus mengisinya dengan pikiran-pikiran positif. Bayangkan sebuah gelas yang berisi cairan tinta yang hitam, untuk menghilangkan tinta itu dengan mudah kita cukup dengan menumpahkannya. Tetapi tidak semudah baik untuk mengisi pikiran kita dan membaca merupakan kegiatan positif yang bisa dilakukan dengan indera penglihatan kita. Namun, sebaiknya kita memilih bacaan-bacaan yang bermanfaat karena orang-orang yang membaca bacaan ‘sampah’, juga hanya akan memikirkan hal-hal sampah. Waspadai mengisi pikiran Anda dengan terlalu banyak hal yang tidak berguna. Pikiran anda hanya hanya akan menjelma menjadi ‘tong sampah’. Apa yang memenuhi pikiran kita merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Sebaiknya kita memiliki filter sebelum memasukkan sesuatu ke dalam otak kita. Ingatlah bahwa penyakit apapun bisa kita obati dengan cara mengelola pikiran kita. Maka, jangan biarkan pikiran kita ‘sakit’. Setiap pikiran adalah sebab dan setiap kondisi adalah akibat.maka pikirkanlah segala hal yang bisa Anda lakukan dan itu akan menjadi kondisi Anda. Pikiran negatif yang terlanjur memenuhi kepala kita dapat disingkirkan dengan terus mengisinya dengan pikiran-pikiran positif. Bayangkan sebuah gelas yang berisi cairan tinta yang hitam, untuk menghilangkan tinta itu dengan mudah kita cukup dengan menumpahkannya. Tetapi tidak semudah

2. Mengembangkan Gambar Diri Yang Sehat

Sobat Asy-syifa, kebehasilan meraih tujuan sangat tergantung pada bagaimana kita memandang diri sendiri. Karena itu akan menentukan tingkat kepercayaan diri dalam bertindak. Fakta menunjukan bahwa seseorang tidak akan melesat lebih tinggi dari apa yang dibayangkannya mengenai dirinya sendiri. Kata-kata kita sesungguhnya memiliki kekuatan, maka hendaknyalah kita senantiasa mengucapkan hal-hal yang baik karena kebaikan insyaAllah akan mendatangkan kebaikan. Janganlah mudah mencela keburukan orang lain. Pada akhirnya kita akan meyakini apapun yang sering kita katakan, meskipun itu adalah sesuatu yang tidak benar. Maka, senantiasalah mengatakan sesuatu yang benar agar kebenaran itu menjadi keyakinan di dalam hidup kita.

3. Membersihkan Hati dan Jiwa

Hati dan jiwa manusia merupakan pembahasan yang sangat penting mengingat fungsi hati dan jiwa tersebut terhadap segala perbuatan yang mungkin dilakukan seseorang. Apa yang memenuhi hati seseorang seringkali tercermin melalui perbuatan dan tingkah lakunya.

sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika daging itu baik keadaannya, maka baik pula seluruh tubuh manusia. Tapi, jika segumpal daging itu buruk keadaannya, maka buruk pula seluruh tubuh manusia. Segumpal daging tersebut adalah qalbu (hati)” (HR. Bukhari Muslim)". 

Hati sejatinya harus senantiasa dipenuhi dengan keyakinan kepada Allah SWT yang Maha memiliki atas semua jiwa. Hati adalah cermin, tempat pahala dan dosa beradu. Seorang pribadi yang memiliki pemikiran dan hati yang matang, mengajar tanpa menggurui. Memberi nasehat tanpa merasa lebih mulia. Meraih kemenangannya tanpa merasa mengalahkan. Sudahkah kita memiliki hati yang seperti itu ?

4. Menghargai Waktu


Setiap hari kita menerima hadiah 84.000 detik dari Allah. Waktu yang kita miliki adalah anugerah yang sangat berharga. Namun seringkali, banyak di antara kita yang tidak menyadari betapa penting dan berharganya waktu.

“Demi masa, sesungguhnya manusia di dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dan saling mengingatkan di dalam kebaikan dan kesabaran” (QS. Al-Ashri 1-3) 

Renungkanlah :
"ketika kita berdiri di tepian sebuah sungai dan melihat sungai itu sesungguhnya ia bukan lagi sungai yang kita lihat satu menit yang lalu. Ketika kita berdiri menatapnya selama sepuluh menit, sesungguhnya yang kita lihat tidak akan pernah sama karena air sungai itu terus mengalir. Setiap udara yang kita hirup tidaklah pernah sama karena udara itu terus bergerak sesuai dengan iramanya. Begitu pula dengan hidup kita. Sejatinya kita memaksimalkan setiap detik waktu yang kita miliki".

 Tiada Hari Tanpa Perbaikan !

Ada sebuah pertanyaan yang terkesan konyol : “mau pilih untung atau rugi ?” tentu sebagian besar orang akan memilih untung. Namun anehnya, meskipun secara gamblang setiap orang mengatakan tidak ingin rugi, namun perilaku sehari-hari kebanyakan orang menunjukan bahwa ia sedang menuju kerugian.Cara mengetahui apakah seseorang untung atau rugi bukan dengan melihat dari segi harta, uang atu kesuksesan. Namun di sini kita menggunakan konsep ‘pertumbuhan’ kualitas diri seiring dengan waktu yang terus bergerak meninggalkan bayangan tak berjejak.

 “today is better than yesterday. Tomorrow have to be better from today!”
“ Hari ini lebih baik daripada yang kemarin. Esok harus lebih baik dari hari ini!”

Dalam hal cara mengembangkan diri perlu ditekankan beberapa langkah penting. Di antaranya yaitu
  •         Harus diawali dengan niat
  •         Harus berpikir positif dalam setiap hal
  •         Memiliki komitmen yang kuat
  •         Jangan menganggap remeh oranglain
  •        Menerima saran, kritik dan masukan yang bersifat membangun dari oranglain
  •         Konsisten terhadap apa yang kita lakukan
  •        Yakinlah bahwa kita pasti bisa
Dari beberapa point mengembangkan diri di atas, yang paling utama untuk dilakukan adalah mengawali pengembangan potensi diri tersebut dengan niat yang tulus, sehingga akan tercipta pikiran positif yang membuat anda memiliki komitmen kuat untuk mencapaii tujuan dari potensi sobat sekalian.Sesuatu hal yang dilakukan tentu tidak akan berbuah manis jika dilakukan tanpa konsistensi.

Let’s do it and take action ...!!

(Written by Nurfadillah Salam)

No comments:

Post a Comment