Assalamu’alaikum..
Selamat datang
sahabat muda di kampus peradaban UIN Alauddin Makassar,
Alhamdulillah,
untuk pertama kalinya, MPH (Mahasiswa Pecinta Herbal) Asy-Syifa menerbitkan
buletin dalam rangka menyambut mahasiswa baru angkatan 2015. Tapi, jangan salah
loh, walaupun buletin ini dibuat dalam rangka penyambutan MABA alias Mahasiswa
Baru, tapi pembacanya gak cuman terbatas untuk maba, mahasiswa lama juga bisa
baca.
Oke, let’s to
do adventure in paper. Sobat Asy-syifa, kali ini tema yang diangkat adalah
seputar motivasi pembangkit semangat. Ketika api motivasi menyala di dalam diri
seseorang, maka ia bisa menjadi sebuah tenaga, diibaratkan api pada lilin yang dapat menyalakan ribuan lilin lainnya
tanpa memadamkan nyala lilinnya sendiri. Itulah yang memberikan kami inspirasi untuk berbagi dan terus berbagi.
Nah, banyak remaja yang saat ini mengeluh
terjangkit ‘virus’ galau, ini bisa berakibat cukup fatal bagi
pembangunan potensi diri jika kita tidak diobati dengan baik. Resep obatnya
insyaAllah ada di dalam buletin ini. Jadi, sebaiknya di baca sampai tuntas..
1 Berpikir Positif
Pikiran kita
dipenuhi dengan berbagai informasi yang kita terima baik melalui indera
penglihatan maupun pendengaran. Indera penglihatan merupakan salah satu sarana yang baik untuk
mengisi pikiran kita dan membaca merupakan kegiatan positif yang bisa dilakukan
dengan indera penglihatan kita. Namun, sebaiknya kita memilih bacaan-bacaan
yang bermanfaat karena orang-orang yang membaca bacaan ‘sampah’, juga hanya
akan memikirkan hal-hal sampah. Waspadai mengisi pikiran Anda dengan terlalu
banyak hal yang tidak berguna. Pikiran anda hanya hanya akan menjelma menjadi
‘tong sampah’. Apa yang
memenuhi pikiran kita merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Sebaiknya
kita memiliki filter sebelum memasukkan sesuatu ke dalam otak kita. Ingatlah
bahwa penyakit apapun bisa kita obati dengan cara mengelola pikiran kita. Maka,
jangan biarkan pikiran kita ‘sakit’. Setiap pikiran
adalah sebab dan setiap kondisi adalah akibat.maka pikirkanlah segala hal yang
bisa Anda lakukan dan itu akan menjadi kondisi Anda. Pikiran negatif yang
terlanjur memenuhi kepala kita dapat disingkirkan dengan terus mengisinya
dengan pikiran-pikiran positif. Bayangkan sebuah gelas yang berisi cairan tinta
yang hitam, untuk menghilangkan tinta itu dengan mudah kita cukup dengan
menumpahkannya. Tetapi tidak semudah baik untuk
mengisi pikiran kita dan membaca merupakan kegiatan positif yang bisa dilakukan
dengan indera penglihatan kita. Namun, sebaiknya kita memilih bacaan-bacaan
yang bermanfaat karena orang-orang yang membaca bacaan ‘sampah’, juga hanya
akan memikirkan hal-hal sampah. Waspadai mengisi pikiran Anda dengan terlalu
banyak hal yang tidak berguna. Pikiran anda hanya hanya akan menjelma menjadi
‘tong sampah’. Apa yang
memenuhi pikiran kita merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Sebaiknya
kita memiliki filter sebelum memasukkan sesuatu ke dalam otak kita. Ingatlah
bahwa penyakit apapun bisa kita obati dengan cara mengelola pikiran kita. Maka,
jangan biarkan pikiran kita ‘sakit’. Setiap pikiran
adalah sebab dan setiap kondisi adalah akibat.maka pikirkanlah segala hal yang
bisa Anda lakukan dan itu akan menjadi kondisi Anda. Pikiran negatif yang
terlanjur memenuhi kepala kita dapat disingkirkan dengan terus mengisinya
dengan pikiran-pikiran positif. Bayangkan sebuah gelas yang berisi cairan tinta
yang hitam, untuk menghilangkan tinta itu dengan mudah kita cukup dengan
menumpahkannya. Tetapi tidak semudah
2. Mengembangkan Gambar Diri Yang Sehat
Sobat
Asy-syifa, kebehasilan meraih tujuan sangat tergantung pada bagaimana kita
memandang diri sendiri. Karena itu akan menentukan tingkat kepercayaan diri
dalam bertindak. Fakta menunjukan bahwa seseorang tidak akan melesat lebih
tinggi dari apa yang dibayangkannya mengenai dirinya sendiri. Kata-kata kita
sesungguhnya memiliki kekuatan, maka hendaknyalah kita senantiasa mengucapkan
hal-hal yang baik karena kebaikan insyaAllah akan mendatangkan kebaikan. Janganlah
mudah mencela keburukan orang lain. Pada akhirnya kita akan meyakini apapun
yang sering kita katakan, meskipun itu adalah sesuatu yang tidak benar. Maka,
senantiasalah mengatakan sesuatu yang benar agar kebenaran itu menjadi
keyakinan di dalam hidup kita.
3. Membersihkan Hati dan Jiwa
Hati dan jiwa
manusia merupakan pembahasan yang sangat penting mengingat fungsi hati dan jiwa
tersebut terhadap segala perbuatan yang mungkin dilakukan seseorang. Apa yang
memenuhi hati seseorang seringkali tercermin melalui perbuatan dan
tingkah lakunya.
“sesungguhnya di
dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika daging itu baik keadaannya,
maka baik pula seluruh tubuh manusia. Tapi, jika segumpal daging itu buruk
keadaannya, maka buruk pula seluruh tubuh manusia. Segumpal daging tersebut
adalah qalbu (hati)” (HR. Bukhari Muslim)".
Hati
sejatinya harus senantiasa dipenuhi dengan keyakinan kepada Allah SWT yang Maha
memiliki atas semua jiwa. Hati adalah cermin, tempat pahala dan dosa beradu.
Seorang pribadi yang memiliki pemikiran dan hati yang matang, mengajar tanpa
menggurui. Memberi nasehat tanpa merasa lebih mulia. Meraih kemenangannya tanpa
merasa mengalahkan. Sudahkah kita memiliki hati yang seperti itu ?
4. Menghargai Waktu
Setiap hari
kita menerima hadiah 84.000 detik dari Allah. Waktu yang kita miliki adalah
anugerah yang sangat berharga. Namun seringkali, banyak di antara kita yang
tidak menyadari betapa penting dan berharganya waktu.
“Demi masa,
sesungguhnya manusia di dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan
beramal shaleh dan saling mengingatkan di dalam kebaikan dan kesabaran” (QS.
Al-Ashri 1-3)
Renungkanlah :
"ketika
kita berdiri di tepian sebuah sungai dan melihat sungai itu sesungguhnya ia
bukan lagi sungai yang kita lihat satu menit yang lalu. Ketika kita berdiri
menatapnya selama sepuluh menit, sesungguhnya yang kita lihat tidak akan pernah
sama karena air sungai itu terus mengalir. Setiap udara yang kita hirup
tidaklah pernah sama karena udara itu terus bergerak sesuai dengan iramanya.
Begitu pula dengan hidup kita. Sejatinya kita memaksimalkan setiap detik waktu
yang kita miliki".
Tiada Hari Tanpa Perbaikan !
Ada sebuah pertanyaan yang terkesan konyol : “mau pilih
untung atau rugi ?” tentu sebagian besar orang akan memilih untung. Namun
anehnya, meskipun secara gamblang setiap orang mengatakan tidak ingin rugi,
namun perilaku sehari-hari kebanyakan orang menunjukan bahwa ia sedang menuju
kerugian.Cara mengetahui apakah seseorang untung atau rugi bukan dengan melihat
dari segi harta, uang atu kesuksesan. Namun di sini kita menggunakan konsep
‘pertumbuhan’ kualitas diri seiring dengan waktu yang terus bergerak meninggalkan
bayangan tak berjejak.
“today is better
than yesterday. Tomorrow have to be better from today!”
“ Hari ini
lebih baik daripada yang kemarin. Esok harus lebih baik dari hari ini!”
Dalam hal cara
mengembangkan diri perlu ditekankan beberapa langkah penting. Di antaranya
yaitu
- Harus diawali dengan niat
- Harus berpikir positif dalam setiap hal
- Memiliki komitmen yang kuat
- Jangan menganggap remeh oranglain
- Menerima saran, kritik dan masukan yang bersifat membangun dari oranglain
- Konsisten terhadap apa yang kita lakukan
- Yakinlah bahwa kita pasti bisa
Dari beberapa
point mengembangkan diri di atas, yang paling utama untuk dilakukan adalah
mengawali pengembangan potensi diri tersebut dengan niat yang tulus, sehingga
akan tercipta pikiran positif yang membuat anda memiliki komitmen kuat untuk
mencapaii tujuan dari potensi sobat sekalian.Sesuatu hal
yang dilakukan tentu tidak akan berbuah manis jika dilakukan tanpa konsistensi.
Let’s do it and take action ...!!
(Written by Nurfadillah Salam)

No comments:
Post a Comment