Sunday, October 4, 2015

Memaknai Pesan Pendidikan Islam dari Sang Guru


Salah satu ciri akhlak mulia seorang muslim adalah ia suka dinasehati, terutama ketika dinasehati dari seorang guru yang memilii ilmu yang luas dan mendalam. Hendaknya kita seperti Umar bin Khattab yang sangat suka kepada orang yang mengkritik dirinya, bukan orang yang marah dan sakit hati kettika diberikan nasehat dan kritikan, karena pada dasarnyaa nasehat itu adalah salah satu media yang senantiasa menyempurnakan apa yang kita lakukan. Maka dari itu, pada kesempatan ini saya menuliskan kembali pesan-pesan yang menurut saya pesa ini sangat penting dan patut diperhatikan karena nasehat dan pesan ini berasal dari tokoh yang sangat berpengaruh  di dunia pendidikan dan khususnya di UIN Alauddin Makassar. Pesan dan nasehat ini sangat bermanfaat bukan hanya pada kalangan alumni mahasiswa UIN Alauddin Makassar tetapi juga sangat bermanfaat untuk semua orang.

Pesan berikut ini merupakan Wasiat Al_jamiah UIN Aluddin Makassar yang disampaikan oleh Rektor UIN alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Musafir, M.Si dan Pesan-Pesan dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, Dr. H. Muhammad Amri, Lc., M.Ag. pada acara wisuda sarjana periode September 2015:
  1. Sebagai seorang insan akademis yang rasional, objektif dan dinamis yang berkepribadian luhur serta menunjukkan kematangan cipta, rasa, dan karsanya. Maka alumni UIN Alauddin Makassar dalam kiprahnya di tengah masyarakat agar senantiasa memadukan nilai-nilai imaniah dan ilmiah dengan kreasi dan inovasinya dapat mengembangkan darma baktinya untuk agama, bangsa dan negara
  2. Dalam mengabdikan diri di tengah masyarakat, alumni UIN Alauddin Makassar hendaknya senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan akhlak mulia yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku keseharian sekaligus sebagai pengamalan ajaran islam untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam.
  3. Sebagai warga masyarakat, alumi UIN Alauddin Makassar dituntut suatu tanggung jawab moral untuk ikut bertanggung jawab dan berperan serta dalam memelihara dan mengembangkan UIN Alauddin Makassar serta dunia pendidikan pada umumnya.
  4. Sebagai warga kesatuan republik Indonesia, Alumni UIN Alauddin Makassar bertanggung jawab penuh untuk menjunjung tinggi kesatuan bangsa serta dalam pengabdiannya kepada bangsa dan negara bekerja secara jujur, adil dan amanah dengan mengutamkan pengabdian dan pelayanan kepada masyarkat.
  5. Dalam melakasnakan tugas yang dipercayakan kepadanya, alumni UIN Alauddin Makassar hendaknya melaksanakan dengan penuh disiplin, professional dan inovatif serta senantiasa menjunjung tinggi rasa solidaritas dan kesetiakawanan serta bertanggung jawab atas terwujudnya kesejahteraan dan keadilan sosial.
  6. Menamatkan studi di sebuah perguruan tigggi bukan berarti kegiatan studi secara formal sudah berakhir. Sebuah perguruan tinggi hanya memberikan instrmen kepada mahasiswanya untuk digunakan dan dikemabngkan lebih lajut. Karena itu, belajar yang sebenarnya adalah setelah tamat dari perguruan tinggi. Para dosen, pimpinan dan  seluruh staf, barulah mengantar ke tepi samudera yang luas, maka anda sendirilah yang menyeberangi samudera itu. Maka kelirulah bila seorang wisudawan tamat dari perguruan tinggi, lalu kegiatan belajarya juga berhenti. Belajar secara mandiri itulah belajar dalam arti yang sesungguhnya.
  7. Saudara kini menyandang gelar akademik, gelar tersebut harus menjadi perisai yang menjadi identitas dan simbol kehormatan. Karea itu, peliharalah diri dan kehormatan saudara karena orang tidak melihat saudara seperti orang awam. Saudara adalah kelompok khusus dalam masyarkat. Sebagai seorang cendekiawan dan ilmuan yang dihiasi dengan akhlaku karimah. Terlebih lagi saudara adalah alumni fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar dimana anda dipersiapkan menjadi pendidik di sekolah, rumah tangga dan masyarakat. Maka kepribadian sebagai pendidik harus senantiasa melekat pada sikap dan perilaku saudara karena yang akan memberikan penilaian adalah masyarakat.
  8. Dalam menyikapi perkembangan dunia, khususnya di tanah air kita dewasa ini yang sedang menghadapi krisis multi dimensional, diperlukan kesabaran, katabahan, dan kerja keras dari kita semua untuk membebaskan bagi pembangunan bangsa kita. Adanya konflik horizontal dalam masyarakat memerlukan sikap keterbukaan, toleran dan tidak eksklusif, sehingga bangsa kita dapat bangkit dari krisis yang sedang  dihadapi.
Dari pesan-pesan di atas, saya bisa menyimpulkan bahwa sebagai alumni di salah satu perguruan tinggi baik itu swasta maupun negeri, kita hendaknya senantiasa mendikasikan diri untuk kepentingan agama islam, bangsa dan negara melalui pengembangan Ilmu Pengetahuan. Seorang sarjana bukan lagi orang-orang yang memberikan beban kepada masyarakat karena tidak memilki karya. Namun seorang sarjana dimana pun ia berada, ia akan berusaha memberikan karya terbaiknya untuk masyarkat. (Aswaluddin)

No comments:

Post a Comment