Friday, September 8, 2017

Etnis Rohingya adalah Saudara


Mereka adalah manusia yang terlahir di dunia ini untuk menjadi khalifah, manjadi makhluk terbaik dihadapan-Nya, dan menjadi manusia yang bermanfaat untuk banyak orang. Namun, hati ini bagitu sakit, begitu pilu, dan sangat menusuk ketika mendengar kabar bahwa mereka sedang dilanda suatu musibah yang sangat menggenaskan, ya sebuah genosida telah terjadi di salah satu bangsa mayoritas beragama budha, bangsa ini dulunya adalah negara Burma yang kemudian berubah menjadi Myanmar. Pemerintahan negera ini telah membantai manusia mulia, manusia muslim yang minoritas. 

Tenang Karena Sabar



Malam ini terasa beda karena pelipur lara akan melangkahkan kakinya menuju keseriusan yang waktunya begitu lama bahkan bisa menembus dua dunia. Rasa ini menyimpan rasa yang tak biasa, rasa yang mengharapkan kedekatan, rasa yang membutuhkan perhatian, dan rasa yang mengharap kepastian. Tetapi entahlah, rasa ini begitu mendalam setelah ia melayangkan pesannya bahwa ia akan melangkah menuju kepastian yang telah dinantinya. Inilah mungkin disebut denga rasa rindu yang biasa di gaungkan oleh para pujangga. Hehe, semoga kerinduan ini segera terobati oleh waktu yang menentukan perjanjian berat dihadapan wali sang bidadari terindah di akhirat nanti. Cukup satu kata untuk rasa rindu ini, BERSABARLAH.