Malam ini terasa beda karena pelipur lara akan melangkahkan
kakinya menuju keseriusan yang waktunya begitu lama bahkan bisa menembus dua
dunia. Rasa ini menyimpan rasa yang tak biasa, rasa yang mengharapkan
kedekatan, rasa yang membutuhkan perhatian, dan rasa yang mengharap kepastian. Tetapi
entahlah, rasa ini begitu mendalam setelah ia melayangkan pesannya bahwa ia
akan melangkah menuju kepastian yang telah dinantinya. Inilah mungkin disebut
denga rasa rindu yang biasa di gaungkan oleh para pujangga. Hehe, semoga
kerinduan ini segera terobati oleh waktu yang menentukan perjanjian berat
dihadapan wali sang bidadari terindah di akhirat nanti. Cukup satu kata untuk
rasa rindu ini, BERSABARLAH.
Sesungguhnya orang yang bersabar akan senantiasa bersama dengan Allah Yang Maha Kuasa, bagaimana hati tidak merasa tenang kalau yang menjadi teman dalam penantian adalah Sang Pemilik Hati, maka benarlah firman-Nya bahwa hati akan tenang hanya dengan mengingat-Nya.

No comments:
Post a Comment