![]() |
Mereka adalah manusia yang terlahir di dunia ini untuk menjadi khalifah, manjadi makhluk terbaik dihadapan-Nya, dan menjadi manusia yang bermanfaat untuk banyak orang. Namun, hati ini bagitu sakit, begitu pilu, dan sangat menusuk ketika mendengar kabar bahwa mereka sedang dilanda suatu musibah yang sangat menggenaskan, ya sebuah genosida telah terjadi di salah satu bangsa mayoritas beragama budha, bangsa ini dulunya adalah negara Burma yang kemudian berubah menjadi Myanmar. Pemerintahan negera ini telah membantai manusia mulia, manusia muslim yang minoritas.
Mereka adalah saudara kita, saudara sesama manusia dan saudara seiman, sebagai saudara sesama manusia hendaknya kita mengulurkan tangan kita untuk membantu mereka melalui harta-harta kita, dan kecaman-kecaman kita. Demikianlah hati kita sebagai saudara sesama manusia. Kalau kita belum bisa demikian, maka perhatikanlah diri kita, apakah kita masih pantas disebut sebagai manusia. Sungguh ironis ketika ada orang yang tidak prihatin dengan peristiwa pembantaian Muslim Rohingya.
Kita sebagai saudara seiman, satu akidah, dan satu prinsip tentunya memiliki ikatan yang sangat mendalam karena persaudaran ini lebih tinggi derajatnya dibanding dengan saudara kandung, sikap kita sebagai saudara satu akidah adalah mendoakan mereka, mendukung mereka, menginfakkan harta, jiwa dan raga untuk meringankan beban mereka.
Mendoakan mereka adalah senjata terbaik yang dimiliki oleh orang islam yang mampu mengalahkan semua jenis senjata di dunia ini, ia bisa meluluh lantahkan musuh hanya dengan satu hentakan, ia bisa menghancurkan musuh dalam hitungan detik, dan ia bisa lebih dahsyat daripada Bom nuklir. Oleh karena itu, kita hendaknya memperbanyak doa untuk saudara muslim rohingya agar ia bisa bebas dari penderitaannya. Doakan mereka setelah shalat fardhu, doakan mereka diwaktu mustajab doa dikabulkan, doakn mereka disepertiga malam dalam shalat tahajjud-tahajjud kita.
Infakkalah sebagian harta kita untuk mereka karena pastinya mereka sangat kekurangan saat ini, mereka hanya bisa mengungsi untuk menghindari perang horizontal. Infakkan harta melalui lembaga-lembaga social yang kita percayai. Semoga harta yang kita infakkan akan menjadai saksi diakhirat bahwa kita telah berupaya untuk membantu saudara kita.
Menginfakkan jiwa dan raga untuk kebebasan mereka adalah jihad tertinggi dalam islam yang surga menjadi jaminannya bagi yang mati syahid dalam membela saudaranya. Mati syahid adalah cita-cita orang yang beriman, ia adalah tujuan , ia adalah pintu gerbang, ia adalah awal kesenagan sejati. Maka dari itu, berkorbanlah untuk surga yang menanti.

No comments:
Post a Comment